JAKARTA – Setelah berakhirnya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Relawan Organisasi Kita Ganjar Nusantara (KGN) yang termasuk dalam Tim Pemenangan Nasional (TPN) untuk Calon Presiden Ganjar Pranowo-Mahfud Md, selanjutnya akan membentuk organisasi baru dengan nama Guna Daya Negeri (GDN).

Koordinator GDN Rudy Daemenson Sihombing mengatakan, pergantian nama KGN sesuai amanat mantan Calon Presiden Ganjar Pranowo, di acara seruput kopi Serius tapi santai (Sersan), di Wisma Yosodiputro, sleman, Yogyakarta, beberapa minggu lalu.

“Pak Ganjar mengatakan, agar tidak usah lagi pakai nama KGN karena ada nama Ganjarnya karena itu kami membentuk GDN (Guna Daya Negeri-red),”ujar Rudy, dalam Rapat Pimpinan Terbatas (Rapimtas), di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (25/6/2024).

Dalam rapat tersebut hadir, Ketua PJS DPP KGN Rudy Daemenson Sihombing, Ketua DPP Isnur, Wakil Sekretaris Agustinus, Ketua DPP Viktor Ambarita, Penasehat DPP H. Datuk Sweida, dan JP Tri. Juga hadir, Ketua DPD KGN DKI Jakarta Devi Kumampung, Ketua Bidang Fauzan, Bendahara DKI Vebby, Sekretaris DPD KGN Jawa Bara Nila, dan Ketua DPC KGN Jakarta Timur Ralian Jawalsen.

Lebih lanjut, Rudy mengatakan, nama organisasi KGN sudah berganti nama, dan logo sudah tidak menggunakan gambar Ganjar Pranowo.

“Maka secara etika maka nama KGN tidak digunakan lagi, dan sudah mengembalikan organisasi kepada pendiri KGN, karena dalam menjalankan organisasi memenangkan pak Ganjar sudah selesai, dan akan mengembalikan kepada pendiri,”imbuH Rudy.

Rudy mengatakan, Ketua Umum DPP KGN Non Aktif Boyke Hasiholan Simanjuntak sudah keluar dari semua group KGN. “Ketum non Aktif Keluar dari semua Group terutama DPP dan Pendiri setelah pengumuman hasil Rekap presiden 21 Maret 2024,”tambah Rudy.

Menurutnya, Ketum KGN nonaktif mengajak para pendiri dalam memnggelar rapat di Labuhan Bajo, NTT kesalahan besar, dan cacat secara aturan organisasi.

“Pertemuan tak resmi di Labuan menghasilkan Notulen dan di group Pendiri ketua umum non aktif meminta agar Group Pendiri sudah bisa dibubarkan. Harusnya intruksi dilakukan oleh Ketua pendiri dan yang melaksanakan printah ketua pendiri untuk membubarkan group adalah sekertaris pendiri atau wakil sekertatis pendiri. Namun di group Pendiri, malah terbalik yang membubarkan Ketum KGN,”kata Rudy. (Ralian)

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *