SURABAYA: Pemerintah Indonesia, melalui kemitraan strategis, merencanakan pembangunan pabrik metanol di Bojonegoro, Jawa Timur.
Tak tanggung- tanggung nilai investasi sekitar US$ 1,2 miliar (Rp 19 triliun) untuk mendukung kebutuhan Bahan Bakar Nabati (BBN) seperti B40/B50.
Pabrik ini ditargetkan beroperasi sekitar tahun 2029 dengan kapasitas produksi hingga 1 juta ton per tahun.
Anggota komisi B DPRD Jatim Ony Setiawan mengatakan metanol digunakan secara luas sebagai bahan bakar, pelarut industri, dan bahan baku kimia (formalin, plastik).
“Tentunya banyak sekali manfaatnya bagi Jatim khususnya warga lokal, “ungkap politisi PDIP ini, Minggu 26/4/2026.
Diungkapkan olehnya, pabrik ini tentunya mengurangi impor metanol, mendukung program energi terbarukan (BBN), dan mengurangi emisi.
Ony Setiawan lalu menjabarkan jika terealisasi tentunya bisa mengurangi ketergantungan bahan baku industri dari luar.
“Juga bisa membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan ekonomi”tuturnya
Selain itu, kata dia jika pabrik metanol berbahan sorgum, maka membuka peluang baru di sektor pertanian.
Pembangunan pabrik bioetanol-metanol di Bojonegoro diproyeksikan menyerap investasi besar hingga Rp 19 triliun dan diharapkan memberi dampak ekonomi bagi petani hutan setempat.(Yudhie)



Add comment