
INDONESIANEWS.TV — JAKARTA: Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah, berpeluang menjadi alternatif calon presiden periode 2024-2029. Ia bersaing dengan Bacapres unggulan serupa Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, & Anies Baswedan.
“Ya, Zulkieflimansyah menjadi alternatif capres di luar dominasi tokoh-tokoh asal Pulau Jawa atau ketua umum partai. Disamping memunculkan Capres lebih dari dua. Ini sekaligus menghindari perpecahan masyarakat seperti Pilpres 2019,” ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, kepada wartawan.
Bagi pengamat politik itu, Zulkieflimansyah yang akrab disapa Doktor Zul dinilai pantas diberi kesempatan bertarung dalam Pemilihan Presiden 2024 pasca dua periode Presiden Joko Widodo 2014-2024.
Alasannya, Pilpres 2024 seharusnya dijadikan momentum kemunculan alternatif calon-calon presiden yang teruji manakala menjabat kepala-kepala daerah berprestasi membangun wilayah dalam mensejahterakan masyarakatnya.
Terobosan
Zulkieflimansyah, yang berpasangan dengan Siiti Rohmi Djalilah sejak 19 September 2018, menorehkan berbagai kegiatan pembangunan masyarakat Provinsi NTB. Apalagi modal yang dimilikinya berpengalaman 10 tahun (2004-2014) menjadi anggota DPR RI dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera pilihan (dapil) masyarakat Banten.
“Doktor Zul bagai cahaya Bintang Timur mengingat prestasi yang ditorehkan dalam tempo singkat menjabat gubernur, dan bisa menjadi alternatif capres dus menandai klaster baru luar jawa kandidat asal Indonesia Timur,” ujar Rinaldi Rais, pengamat kebijakan publik, Sabtu (22/5).
Catatan Tercecer yang dimiliki RR, sapaan karib Rinaldi Rais, menyebutkan sejumlah prestasi & prestise Zulkieflimansyah. Di antaranya Perda pencegahan perkawinan anak, yang dianugerahi penghargaan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, April 2021.
Terobosan lain serupa program Sumbawa Zero Waste sebagai aksi gotong royong serentak selama 60 menit bagi masyarakat se-kabupaten itu menularkan aksi serupa se-provinsi NTB.
“Sungai bukanlah tempat sampah. Sungai nantinya tidaklah seharusnya menjadi bencana, namun menjadi berkah. Pemprov NTB sedang mengkampanyekan zero waste. Pengurangan sampah. Mudah-mudahan sungai di Sumbawa ini bisa jadi tempat wisata yang indah,” ujar Gubernur Zulkieflimansyah waktu itu, Minggu (13/1/2019).
Majelis Ulama Indonesia NTB & dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Dedy Wahyudin, mengapresiasi program pengiriman mahasiswa NTB belajar ke luar negeri sesuai visi misi NTB Gemilang.
“Program itu mempersiapkan pemimpin masa depan berkualitas dengan Akhlakul Karimah melalui beasiswa. Mungkin 20 atau 30 tahun lagi baru bisa dirasakan manfaatnya ketika mereka (pelajar beasiswa) balik ke Mataram. Ini tradisi baru,” ujar Syaiful Muslim, ketua MUI. (royke)
Add comment