JAKARTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini semakin intens meresmikan berbagai proyek pembangunan. Kecenderungan meresmikan proyek memang kebiasaan Presidren Joko Widodo. Bahkan untuk proyek-proyek strategis, Jokowi kerap meninjaunya beberapa kali untuk mengetahui progres pembangunannya.
Jokowi bahkan banyak menyerahkan sertifikat tanah kepada warga. Hal itu dilakukannya mulai dari Sabang hingga Merauke.
Demikian disampaikan Pakar Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga kepada para awak media, Senin (8/1/2024).
Jamiluddin mengatakan kebiasaan meresmikan suatu proyek bukan dilakukannya saat musim kampanye saja. “Hal itu dilakukannya sejak dilantik sebagai presiden pada tahun 2014,” kata Jamiluddin.
Hanya saja, tutur Jamiluddin, kebiasaan itu dipertanyakan masyarakat disaat tahun politik. “Ada kekhawatiran Jokowi meresmikan berbagai proyek punya motif politik,” ujar Dosen Metodologi Penelitian Komunikasi Fikom Universitas Esa Unggul, Jakarta ini.
Jamiluddin menilai, kekhawatiran itu wajar karena putranya Gibran Rakabuming Raka mencalonkan sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto. “Ada kekhawatiran peresmian proyek hanya kedok belaka. Motif sesungguhnya dikhawatirkan untuk menggalang suara pada paslon di mana sang putra menjadi cawapresnya,” jelas Dekan Fikom IISIP, Jakarta 1996-1999 ini.
Jamiluddin mengungkapkan, kekhawatiran semakin mengemuka karena belakangan ini mumcul keraguan netralitas pemerintah dalam Pilpres 2024. “Pemerintah dikhawatirkan berpihak pada pasangan tertentu,” tukas Jamiluddin.
Mantan Sekjen Media Watch ini mengimbau agar kekhawatiran masyarakat itu harus dijelaskan oleh Presiden Jokowi. “Presiden idealnya menjelaskan motif sesungguhnya meresmikan berbagai proyek. Hal itu duperlukan agar tudingan miring dapat diminimalkan,” pungkas Jamiluddin Ritonga. (Daniel)



Add comment