TANGERANG : Seorang gadis berusia 16 tahun bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) melompat dari rumah mewah berlantai tiga di Perumahan Cimone Permai, Karawaci, Kota Tangerang. Korban berinisial CC kini mendapatkan perawatan serius di RS Tiara Karawaci.

Kapolres Metro Tangerang Kota Polda Metro Jaya, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, mengatakan pihaknya hingga saat ini masih mendalami motif mengapa CC hingga nekat mencoba mengakhiri hidup di rumah majikannya.

Kapolres masih belum dapat merinci hasil dari penyelidikan dilakukan polisi. Namun kata Zain, pihaknya  akan memberikan informasi lebih lanjut setelah dilakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.

“Nanti akan kita sampaikan usai hasil penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya didampingi Kasi Humas Kompol Aryono, Kasat Reskrim, Kompol Rio Tobing dan Kapolsek Karawaci Kompol Antonius, Kamis (30/5/2024) siang.

Diterangkan kapolres, peristiwa yang sempat bikin heboh warga sekitar, terjadi pada Rabu tanggal 29 Mei 2024 sekira pukul 06.45 WIB.  Sejumlah warga yang melihat kejadian itu memberikan pertolongan dengan membawa korban ke rumah sakit hingga nyawa CC dapat diselematkan. Saat kejadian warga yang berada di TKP ada juga yang memvideokan peristiwa itu.

Kapolres mengatakan,  pihaknya dalam hal ini Unit PPA Satreskrim dan Polsek Karawaci Polres Metro Tangerang Kota, masih fokus koordinasi penanganan medis terhadap korban dengan Dinkes dan Dinsos Kota Tangerang.

“Kita melakukan penyelidikan untuk mengklarifikasi semua saksi-saksi dan pengumpulan bukti- bukti terkait peristiwa tersebut,” jelas Zain.

Menurut kapolres, fakta awal yang
didapatkan, bahwa korban masih dibawah umur yakni baru berusia 16 tahun sesuai Kartu Keluarga (KK) dan ijazah korban yang didapatkan dari orang tuanya. Namun korban telah memiliki KTP berusia 22 tahun.

“Dengan fakta tersebut telah terjadi dugaan peristiwa tindak pidana pemalsuan identitas korban agar korban bisa diperkerjakan sebagai ART. Hal tersebut termasuk dalam TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang),” tambah kapolres.

Sedangkan kekerasan terhadap korban ART tersebut polisi masih  dalami, termasuk motif korban melompat dari atap rumah mewah tersebut. (Warto)

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *