SURABAYA- Dukungan untuk bakal calon bupati di Jember gus Fawait terus mengalir. Gabungan partai non parlemen di kabupaten Jember mendeklarasikan dukungan untuk Gus Fawait di pilkada Jember november 2024 mendatang, Minggu (9/6/2024). Partai non parlemen tersebut diantaranya partai Garuda, Gelora, Hanura, partai Buruh, PBB dan PKN.

“Alhamdulillah, dukungan ke kami di pilbup Jember terus menguat. Selain dari masyarakat, dari parpol juga terus bertambah,” jelas gus Fawait saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Menurut pria yang juga presiden LSN (Laskar Sholawat Nusantara) ini, pertimbangan partai non parlemen memberikan dukungan adalah dianggap satu-satunya bakal calon bupati yang berproses politik dan kader partai yang maju di pilkada adalah dirinya.

“Pertimbangan mereka selain itu adalah saya berhasil menang pilkada, pileg 3 kali dan perolehan suaranya tertinggi se Indonesia untuk pileg tingkat propinsi dengan suara 239.414 suara,” jelasnya.

Dijabarkan olehnya, suatu daerah berhasil bangkit lompatan-lompatan ekonominya ketika dipimpin oleh anak muda. “Latar belakang santri dengan Jember ponpes terbanyak yang merupakan bentuk representatatif mayoritas warga Jember. Latar belakang saya sebagai anak desa dimana masalah utama di Jember adalah desa. Oleh sebab itu, mereka berharap saya bisa mengatasi masalah yang ada di desa, ” tuturnya.

Tingginya kemiskinan di Jember, kata Gus Fawait, mengingat ditahun 2019, kemiskinan di Jember tembus 226 ribu lebih dan bahkan ditahun 2023 malah naik mencapai diangka 236 ribu lebih menjadi pertimbangan juga untuk memberikan dukungan. ” Ketika kemiskinan di Jawa Timur turun, kok di Jember meningkat. Ada apa ini?,” jelasnya.

Di Jember, kata Gus Fawait, dampak tingginya kemiskinan tersebut, angka stunting di Jember nomor satu, kematian ibu dan bayi juga nomor satu di Jawa Timur.”Dan banyak lagi masalah tersebut. Pengalaman hampir tiga periode di DPRD Jawa Timur, diharapkan tangan dingin saya bisa menyelesaikan masalah tersebut di Jember,” sambungnya.

Pertimbangan selanjutnya, kata Gus Fawait, Jember adalah kabupaten yang sangat luas,maka pembangunan Jember tidak bisa hanya mengandalkan APBD kabupaten Jember saja.

“Diperlukan sinergi dari pemprov dan pusat. Sedangkan 10 tahun terakhir ini, rasio APBN yang masuk ke Jember semakin lama semakin turun.Maka, dipilihnya saya dinilai sebagai kader parpol yang dipimpin oleh presiden terpilih pak Prabowo dengan harapan Jember dibangun dengan APBD Jember serta sinergi antara APBD Propinsi dan APBN. Latar belakang di DPRD Jawa Timur punya relasi di propinsi dan pusat untuk mengentas kemiskinan di Jember, “tandasnya.(Yudhie)

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *