INDONESIANEWS.TV – BERN: Situs web pemerintah Swiss diserang gelombang serangan siber pertama yang diperkirakan terjadi menjelang pertemuan puncak akhir pekan mengenai perdamaian di Ukraina  yang diselenggarakan di Bern, pada Kamis 13 Juni 2024.

Pusat Keamanan Siber Nasional (NCSC) mengatakan serangan penolakan layanan terdistribusi (DDoS), yang membuat situs web atau sumber daya jaringan tidak tersedia karena dibanjiri dengan lalu lintas berbahaya, mengakibatkan gangguan kecil.

“Serangan DDoS pertama terhadap berbagai situs web pemerintah federal dan organisasi yang terlibat dalam pertemuan puncak perdamaian di Ukraina dimulai pagi ini,” kata NCSC.

“Serangan-serangan itu sudah diperkirakan dan diperkirakan terjadi sehubungan dengan pertemuan puncak itu. Serangan-serangan itu mengakibatkan pemadaman listrik kecil. Operasi unit-unit yang terkena dampak tidak terpengaruh secara signifikan.”

NCSC mengatakan akan mengeluarkan pembaruan rutin.

Pemerintah Swiss mengklaim keamanan data dan sistem tidak pernah terancam. Para peretas menggunakan serangan siber tersebut untuk melancarkan manuver mengganggu di dunia maya untuk menyebarkan pesan-pesan politik dan menarik perhatian,” katanya.

“Serangan-serangan tersebut berada dalam jangkauan yang diperkirakan dan saat ini tidak ada bahaya yang akut.”

Pada Sabtu dan Minggu 15-16 Juni 2024, Swiss akan menjadi tuan rumah KTT Perdamaian pertama Ukraina, di resor mewah Burgenstock di luar Lucerne.

Pemerintah Swiss mengatakan puluhan negara telah mengkonfirmasi partisipasi mereka.

KTT ini akan mencoba menghasilkan peta jalan untuk melibatkan Ukraina dan Rusia dalam proses perdamaian di masa depan.

Rusia memulai invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022. Moskow mengatakan tidak tertarik menghadiri konferensi tersebut dan oleh karena itu tidak diundang. (Amin)

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *