SURABAYA: Wakil ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni mengatakan rencana pemerintah Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membangun Giant Sea Wall (GSW) atau Tanggul Laut Raksasa di lintas pantai utara yang berada di wilayah Tuban, Gresik dan Lamongan, Jawa Timur akan berdampak positif bagi masyarakat Jatim khususnya masyarakat lokal.

Politisi Demokrat ini mengatakan proyek ini diproyeksikan memberikan perlindungan jangka panjang terhadap ancaman lingkungan dan ekonomi di wilayah tersebut.

” Tanggul tersebut nantinya melindungi aset ekonomi strategis di Pantura—seperti pabrik, kawasan industri, rel kereta api, dan pelabuhan—yang nilainya secara total di Pulau Jawa mencapai ribuan triliun rupiah,”ujar mantan perawat tersebut, Sabtu 25/4/2026.

Sri wahyuni mengatakan keuntungan lainnya adanya tanggul tersebut yaitu membantu menurunkan angka kemiskinan dengan mengamankan pusat-pusat ekonomi pesisir agar tetap produktif meski ada ancaman perubahan iklim.

” Tak luput juga berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar selama masa konstruksi dan pengembangan wilayah di sekitar tanggul,”terangnya.

Sekedar diketahui, rencana pembangunan proyek tersebut dibahas oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf saat menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (24/4/2026).

Didit Herdiawan menjelaskan bahwa saat ini proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut masih dalam fase penelitian dan asesmen mendalam.

Berdasarkan perencanaan awal, tanggul ini tidak menempel di daratan, melainkan dibangun di tengah laut.

“Saat ini sedang dilakukan asesmen teknis. Rencananya posisi tanggul akan berada sekitar 4 hingga 6 kilometer dari garis pantai utara,” ungkap Didit di Surabaya.

Pemerintah juga berencana mempercepat durasi pengerjaan mega proyek ini. Jika sebelumnya diprediksi memakan waktu hingga 20 tahun, kini target penyelesaian dipangkas menjadi 15 tahun saja.

Didit menekankan bahwa nantinya ground breaking untuk program dan pembangunan infrastruktur fisik harus berjalan secara simultan.(Yudhie)

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *