BREBES: Tim kolaborasi pengabdian masyarakat internasional yang terdiri dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Poltekkes Kemenkes Semarang, UNISSULA, dan Manchester University kembali terjun ke Kabupaten Brebes, 15 – 19 April 2026

Tim ini difokuskan untuk memperkuat kesehatan mental warga di Desa Mendala Baru melalui dukungan hibah pengabdian masyarakat World Class University (WCU) yang dikoordinasikan oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPIS) UI.

Program ini merupakan pengembangan strategis setelah sebelumnya, pada akhir tahun 2025, tim dari UI sukses melaksanakan pengabdian masyarakat bagi warga terdampak langsung secara fisik dan materiil.

Pada tahun 2026 ini, kolaborasi empat institusi besar tersebut memperluas jangkauan intervensi kepada warga di sekitar area bencana (khususnya di 2 RW wilayah penyangga).

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa komunitas pendukung dan warga sekitar memiliki kesiapsiagaan mental serta kemampuan mitigasi psikologis yang sama kuatnya dalam menghadapi dampak jangka panjang bencana tersebut.

Pakar keperawatan jiwa sekaligus salah satu motor utama dalam tim pengabdian ini, Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc., menekankan pentingnya pemulihan wilayah tidak bisa hanya mengandalkan bantuan fisik semata.

“Pemberdayaan kader adalah kunci utama dalam mitigasi kesehatan mental pasca-bencana. Dengan membekali warga sekitar melalui keterampilan praktis seperti latihan relaksasi dan dukungan psikososial, kita sedang membangun jaring pengaman sosial yang mandiri. Kader yang terlatih mampu mendeteksi dini masalah psikologis dan memberikan pertolongan pertama sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi trauma berat,” ujar Prof. Budi, di Brebes, baru-baru ini.

Sementara itu dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Kabupaten Brebes tidak hanya melibatkan para pakar dan dosen, namun bagi mahasiswa kegiatan ini menjadi wadah belajar di masyarakat.

Tercatat sebanyak 4 mahasiswa UI, 3 alumni, serta 10 mahasiswa UNDIP terjun langsung mendampingi masyarakat di lapangan.

Nuansa kolaborasi global juga sangat terasa dengan kehadiran 6 mahasiswa asing yang turut serta dalam aksi kemanusiaan ini.

Mereka terdiri dari 5 mahasiswa asal Timor Leste dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan 1 mahasiswa asal Kenya dari Poltekkes Semarang.

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa isu kesehatan mental pasca-bencana merupakan perhatian lintas negara, di mana mereka ikut berbagi pengalaman sekaligus mempelajari pola mitigasi bencana berbasis komunitas yang diterapkan di Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak 15–19 April 2026 diapresiasi oleh Kepala Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes Muhammad Basori.

Ia mengapresiasi keberlanjutan kepedulian para akademisi yang tidak hanya fokus pada korban, tetapi juga memberikan bekal kepada masyarakat sekitar wilayah bencana agar menjadi masyarakat yang tangguh. (NP)

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *