INDONESIANEWS.TV – JAKARTA: Pasangan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo atau sebaliknya terkesan memang prospektif.
Baik Anies maupun Ganjar sama-sama memiliki elektabilitas yang tinggi. Secara matematis, mereka bila dipasangkan akan memperoleh elektabilitas tinggi.
Demikian disampaikan Pakar Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga kepada para awak media, Senin (30/5/2022).
Namun, lanjut Jamiluddin, pendekatan matematis itu tampaknya tidak berlaku dalam politik, khususnya terkait elektabilitas.
“Sebab, dua sosok yang elektabilitas tinggi bila dipasangkan bisa jadi justru akan menurun,” kata Dosen Pasca Sarjana Fikom Universitas Esa Unggul, Jakarta ini.
Menurut Jamiluddin, hal itu dapat terjadi karena pendukung masing-masing calon bisa saling meniadakan.
“Pendukung Anies bisa saja menarik dukungannya bila berpasangan dengan Ganjar. Begitu juga sebaliknya,” ujar Jamiluddin.
Penyebabnya, ujar Jamiluddin, pendukung Anies dan Ganjar seperti minyak dan air.
“Kedua pendukung kerap saling meniadakan,” tutur Dekan Fikom IISIP, Jakarta 1996-1999 ini.
Karena itu, Jamiluddin berpendapat, bila dia sosok itu disatukan, elektabilitasnya bukan bertambah.
“Elektabilitasnya mereka bila dipasangkan bisa saja menjadi berkurang,” ungkap Jamiluddin.
Jadi, tambah mantan Anies dan Ganjar tampaknya kurang pas bila dipasangkan. Mereka lebih baik saling bertarung dengan memilih cawapres yang saling mengisi sehingga elektabilitas bertambah. (Daniel)



Add comment