JAKARTA: Drs H Guspardi Gaus, M.Si dilantik dan dikukuhkan sebagai Ketua Umum (Ketum) DPP (Dewan Pengurus Pusat) Forum Alumni Mahasiswa Minangkabau (FAMM) Periode 2023-2027.
Pengukuhannya dilakukan oleh DR H Suhajar Diantoro, M.Si (Sekretaris Jenderal Kemendagri) mewakili Menteri Dalam Negeri bertempat di Gedung Nusantara IV MPR RI/ DPR RI, DKI Jakarta, Sabtu (16/12/2023)
Dalam sambutannya usai dikukuhkan sebagai Ketua Umum DPP FAMM, Guspardi Gaus yang merupakan anggota Komisi II DPR RI ini berharap organisasi FAMM menjadi wadah pemersatu para alumni mahasiswa yang berasal dari Minang dari seluruh Nusantara yang mampu meningkatkan sinergirtitas antar para alumni, dan akan terus meningkatkan peran serta eksistensinya dengan memberikan kontribusi dalam pembangunan sesuai pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
“Tujuan dari FAMM ini memotivasi dan mensinergitaskan potensi alumni mahasiswa Minang yang mempunyai berbagai profesi dalam berbagai bidang dari seantero nusantara, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar, kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Politisi PAN ini
Selanjutnya, Caleg DPR RI Dapil Sumatera Barat 2 no urut 2 ini, menyatakan, kepengurusan FAM kedepannya akan dibentuk diberbagai daerah.
Di mana, beber Guspardi, saat ini sudah ada 8 provinsi yang kepengurusannya akan dibentuk dalam waktu dekat.
“Insyaallah akan kita wujudkan kepengurusan FAMM di berbagai provinsi yang ada di Indonesia. tadi sudah dikatakan oleh panitia, sudah ada 8 provinsi sudah sangat berkehendak untuk diwujudlan dan ini adalah bagian dari program yang kami lakukan,” tutur Guspardi.
Guspardi berharap semua jajaran pengurus maupun anggota Forum Alumni Minang (FAMM) agar terus menjaga komitmennya untuk dapat berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkas Guspardi Gaus.
Sementara itu, Suhajar yang mewakili Mendagri, menyampaikan masyarakat Minang memiliki keberanian yang tinggi, terutama dalam hal semangat merantau.
“Banyak pula yang beranggapan merantau merupakan upaya membuktikan diri kepada tempat asalnya dan dunia,” ucapnya.
Berdasarkan data statistik, tambah Suhajar, Suku Minangkabau menempati posisi ketujuh suku dengan jumlah terbanyak di Indonesia.
“Berbeda dengan suku lainnya, masyarakat Minangkabau cenderung bisa mengisi beberapa tempat strategis. Ini ditengarai akibat semangat yang tinggi, yang dimiliki masyarakat Minangkabau,” ulas Suhajar. (Daniel)



Add comment