PYONGYANG: Korea Utara kembali menunjukkan manuvernya di hadapan dunia khususnya dalam menyikapi konflik versus NATO, sebagai negara sekutu Rusia.

Senjata rudal balistik jarak jauh (SRBM) kembali menjadi ajang pameran bagi Korea Utara yang nantinya bakal di suplai untuk Rusia.

Kali ini, Korea Utara membantu Rusia untuk menghajar Ukraina dengan meluncurkan rudal balistik jenis SRBM.

Pakar senjata internasional mengungkapkan bahwa Korea Utara selalu diandalkan Rusia, ketika rudal balistik buatannya sendiri dianggap masih belum cukup mumpuni, dilansir dari laman Defence Security Asia, pada Senin (8/1/2024).

Rusia sendiri memang memiliki KH-47M2 Kinzhal yang kerap diklaim sebagai rudal paling mematikan di antara sekian banyak produksinya.

Akan tetapi, kejadian beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa rudal tersebut mampu dilumpuhkan oleh sistem pertahanan udara rancangan NATO yang digunakan Ukraina, dalam hal ini Patriot buatan Jerman.

Sebelumnya, Korea Utara sempat meluncurkan Hwasong 18 dalam rangka membantu Rusia. Bahkan yang terbaru, KN 23 juga turut disuplai agar Rusia mampu menghancurkan Ukraina tanpa ampun.

Terlebih, saat ini posisi Amerika Serikat sedang mengalami krisis anggaran yang menyebabkan mereka tak bisa jor-joran untuk membantu negara sekutunya.

Dengan hadirnya Hwasong 11 yang dipasok Korea Utara untuk Rusia, ini menjadikan tantangan tersendiri bagi Ukraina saat memasuki tahun ketiga konflik di kawasan Eropa Timur.

Terlebih, rudal balistik ini dinilai sejumlah pengamat lebih canggih dibandingkan dengan yang pernah diluncurkan atau dipasok negara pimpinan Kim Jong Un itu sebelumnya.

Kabarnya, Rusia harus membayar sekira 5 juta dolar AS kepada Korea Utara untuk memperolehnya. Untuk menyiasati mahalnya harga Hwasong 11, kas negara dinilai tidak cukup bagi Rusia untuk melunasinya.

Beberapa komoditas, bahan makanan, hingga perjanjian transfer of technology juga turut dijadikan sebagai sarana pembayaran untuk akuisisi beserta pengembangan rudal balistik ini.

Di sisi lain, Hwasong 11 juga disebut-sebut mirip dengan rudal Iskander Rusia. Namun, pihak produsen menyatakan rudal tersebut merupakan SRBM produksi asli Korea Utara.

Mengenai kekuatan rudal balistik ini yang dinilai mematikan, intelijen Korea Selatan mengungkapkan bahwa negara tetangganya memasok sekira 2.000 kontainer untuk mengangkutnya bersama paket senjata lainnya.

Jumlah tersebut melebihi pasokan paket senjata yang dikirimkan Amerika Serikat kepada Ukraina (1.000 kontainer). Rudal dikirimkan dengan menggunakan sebuah kapal dari Provinsi Hamgyong Utara ke Vladivostok.

Indikasi ini menguat dan terdeteksi Korea Selatan sejak tahun lalu.

“Indikasi bahwa Korea Utara memasok senjata dan amunisi ke Rusia telah terdeteksi sejak pertengahan tahun lalu, dan pengiriman kontainer ini diintensifkan pada Agustus lalu sebelum kunjungan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ke Rusia,” kata salah satu pejabat Korea Selatan dikutip dari laman Defence Security Asia, pada Senin (8/1/2024).

Lantas sehebat apa Hwasong 11 yang diklaim memiliki kemampuan brilian hingga memicu kepanikan Ukraina?

Melansir laman Missile Threat, Hwasong 11 merupakan rudal balistik jarak pendek (SRBM) berbahan bakar padat buatan Korea Utara yang pertama kali diuji pada tahun 2006 silam.

Rudal balistik yang juga memiliki nama KN-02 ini kerap disebut-sebut mirip dengan OTR-21 Tochka (SS-21 Scarab) buatan Rusia. Dengan tenaga mesin tunggal propelan padat, rudal ini dapat melaju hingga jangkauan 120-170 km.

Bahkan data Institut Analisis Pertahanan Korea (KIDA) juga menyebut rudal berdiameter 0,65 meter ini mampu menyerang musuh dengan target 400 hingga 800 km. Selain itu, Hwasong 11 diketahui juga mampu membawa hulu ledak tunggal 250 atau 485 kg.

Hulu ledak yang dapat dimuat pada rudal ini adalah HE, kimia, atau submunisi. Spesifikasi inilah yang membuat Rusia harus membayarnya kepada Korea Utara dengan harga sangat mahal.

Sebagai informasi, dua unit SRBM Hwasong 11 telah diluncurkan di dua lokasi berbeda di Ukraina, pada Sabtu 30 Desember 2023 dan Selasa 2 Januari 2024 lalu. (Amin)

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *