
INDONESIANEWS.TV -JAKARTA: Hipertensi yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner tidak hanya menyerang mereka yang sudah lanjut usia tapi juga generasi milenial. Namun, hingga saat ini, masih banyak yang belum menyadari tentang bahaya hipertensi.
Hal itu dikatakan Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Esti Nurjadin dalam webinar Hipertensi dan Gaya Hidup Sehat, kemarin.
Webinar dalam rangka Hari Hipertensi Sedunia diadakan oleh Yayasan Jantung Indonesia bersama-sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dan Kementeian Kesehatan.
Menurut Esti, kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan erat dengan pola hidup, antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, rendahnya aktivitas fisik, rendahnya konsumsi sayur dan buah, serta tingginya konsumsi gula garam lemak. Kemajuan teknologi yang membuat semua serba mudah membuat orang kurang melakukan aktivitas fisik. “Tuntutan pekerjaan dan kurangnya istirahat dapat menyebabkan timbulnya stress,” ujarnya.
Untuk diketahui, hipertensi adalah keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih dan diastolik mencapai mmHg atau lebih. Sampai saat ini hipertensi masih merupakan momok di masyarakat, tetapi sebenarnya bisa dicegah dengan rajin memeriksa tekanan darah secara berkala.
Menteri Kesehatan Budin Gunadi mengatakan hipertensi termasuk salah dari dari 5 penyakit yang paling banyak terjadi di Indonesia.
“Salah satu major reformation yang akan kami lakukan adalah bisa mengurangi prevalensi penyakit hipertensi dari hulu ke hilir dengan lebih banyak menitikberatkan di hulu. Kami memprioritaskan untuk mengedukasi masyarakat bagaimana cara menghindari risiko hipertensi, karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati,” kata Menkes yang hadir sebagai pembicara kunci dalam webinar ini.
Dokter Cut Putrie Arianie, MH.Kes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, mengungkapkan saat ini paling utama dilakukan adalah meningkatkan awareness masyarakat untuk melakukan deteksi dini secara berkala untuk pencegahan dan mengendalikan hipertensi.
“Terapkan gaya hidup CERDIK yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin melakukan aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres”, ujarnya.
Dr. dr. Isman Firdaus, SpJP(K), FIHA, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), menyatakan dari total jumlah pasien dengan penyakit jantung, sebanyak 70-75 persen ternyata juga mengalami hipertensi.
“Kita sebisa mungkin harus menumbuhkan kesadaran diri kita semua untuk melakukan cek kesehatan, melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin, dan mencegah serta mengendalikan hipertensi dengan memodifikasi gaya hidup seperti rajin berolahraga juga membatasi asupan garam. Untuk mencegah hipertensi, dianjurkan untuk membatasi asupan garam paling banyak 5 gram sehari atau setara dengan 1 (satu) sendok the,” katanya. (yok)
Add comment