JAKARTA: State of the Global Islamic Economy (SGIE) adalah laporan tahunan yang diterbitkan oleh DinarStandard, sebuah perusahaan konsultan global yang berfokus pada ekonomi Islam.
Laporan ini memberikan gambaran komprehensif tentang perkembangan ekonomi Islam global, termasuk ukuran, pertumbuhan, dan tren. SGIE sempat dilontarkan oleh Gibran Rakabuming Raka Cawapres nomor dua kepada Muhaimin Iskandar Cawapres nomor satu dalam debat Cawapres
SGIE terdiri dari enam sektor utama, yaitu: Keuangan Islam; Makanan Halal; Wisata Ramah Muslim; Fashion Muslim; Media dan Rekreasi Muslim; serta obat-obatan dan Kosmetik Halal
Indonesia menempati peringkat keempat dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2023, dengan nilai ekonomi Islam sebesar $284 miliar. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi Islam global, mengingat jumlah penduduk Muslimnya yang besar, yaitu sekitar 229 juta jiwa.
Menurut Ketua Umum KOPITU Yoyok Pitoyo, Sabtu 23 Desember 2023, untuk mencapai potensi tersebut, Indonesia perlu meningkatkan peringkatnya dalam laporan SGIE. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan Indonesia untuk meningkatkan peringkatnya:
1. Meningkatkan infrastruktur dan fasilitas pendukung
Infrastruktur dan fasilitas pendukung yang memadai merupakan hal penting untuk menarik wisatawan dan investor Muslim. Indonesia perlu meningkatkan kualitas infrastruktur dan fasilitas pendukung, seperti bandara, hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan yang ramah Muslim.
2. Meningkatkan promosi dan pemasaran
Indonesia perlu meningkatkan promosi dan pemasaran ekonomi Islamnya secara global. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai platform, seperti media sosial, website, dan pameran internasional.
3. Meningkatkan kerja sama internasional
Indonesia perlu meningkatkan kerja sama internasional dengan negara-negara Muslim lainnya. Kerja sama ini dapat dilakukan dalam berbagai bidang, seperti perdagangan, investasi, dan pariwisata.
Berdasarkan data empiris lapangan, beberapa strategi tersebut telah terbukti efektif dalam meningkatkan peringkat ekonomi Islam di negara-negara lain. Misalnya, Malaysia berhasil meningkatkan peringkatnya dari peringkat ke-10 pada tahun 2018 menjadi peringkat ke-5 pada tahun 2023. Hal ini didorong oleh peningkatan infrastruktur dan fasilitas pendukung, promosi dan pemasaran yang agresif, serta kerja sama internasional yang kuat.
Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi Islam global. Dengan menerapkan strategi-strategi yang tepat, Indonesia dapat meningkatkan peringkatnya dalam laporan SGIE dan mewujudkan potensi tersebut. (Aloy)



Add comment