JAKARTA – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDKT) Wilayah III Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si, M.Sc mengatakan, saat ini Indonesia sedang bergerak menuju Indonesia Emas 2045, atau 100 tahun Indonesia.

“Sebagai sarjana, Anda memiliki peran kunci dalam turut serta membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.Untuk ke arah Indonesia Ema 2045 diperlukan upaya bersama dari semua pihak, terutama generasi muda yang unggul seperti Anda yang baru lulus,”kata Toni, dalam kata sambutan di acara wisuda Universitas Kristen Indonesia (UKI), acara Wisuda Universitas Kristen Indonesia Tahun Ajaran 2022/2023, di Plenary Hal, Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (23/1/2024).

Menurutnya, kunci utama menjadi generasi unggul adalah kreativitas. Dia meminta 1011 wisudawan UKI berpikir out the box.”Mencari solusi inovatif untuk setiap masalah yang dihadapi dan tidak takut untuk mencoba hal-hal baru. Kreativitas adalah salah satu faktor utama dalam memajukan pendidikan dan inovasi di Indonesia. Jika kita ingin menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik, kita harus menjadi bagian dari solusinya,”tambah Toni.

Menurut Toni, pada tahun 2015, Global Creativity Index (GCI) pernah merilis hasil survei yang mengukur tingkat kreativitas Negara Indonesia. Hasilnya, kreativitas Indonesia berada pada kelompok negara paling rendah rankingnya yaitu peringkat 115 dari 139 negara. Survei ini mengukur indeks kreativitas berdasarkan tiga indikator, yaitu teknologi, talent dan toleransi.

Lebih lanjut, Toni menyampaikan, bahwa Indonesia sedang membutuhkan lebih banyak pengusaha dan inovator yang siap menciptakan lapangan kerja. “Menggerakan ekonomi, dan memberikan dampak positif pada masyarakat,”tambah dia.

Toni mengemukakan, saat ini jumlah pengusaha di Indonesia memang masih sangat kecil, yaitu 3,47 persen atau hanya sekitar 9 juta orang dari jumlah total jumlah total penduduk. Karena itu, Indonesia harus mencetak lebih banyak bagi pengusaha agar tidak terjebak menjadi negara middle income trap sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju sebelum batas bonus demografi habi pada tahun 2036.

“Negara yang mengalami middle income trap umumnya mengalami pertumbuhan ekonomi yang stagnan, kurang investasi, rendahnya produktivitas dan kualitas pendidikan serta infrastruktur yang kurang memadai. Dengan membangun spirit kewirausahaan untuk generasi muda, maka cita-ci9ta menuju Indonesia Emas 2045 dapat terwujud dengan lebih efektif,”ujarnya.

Dalam acara yang sama, Rektor UKI Prof. Dr. Dhaniswara K. Harjono., SH., M.H., M.B.A mengutip dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023 mendata bahwa terdapat 9,1 juta mahasiswa di Indonesia. “Jumlah ini meningkat hanya hanya 0,9 persen dari tahun sebelumnya,”imbuh Rektor.

Menurut Dhaniswara,Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi Indonesia pun masih di bawah 50 persen.”Yaitu pada kisaran 31 persen,”katanya.

Untuk JUakarta sendiri, lanjut Dhaniswara, APK pendidikan tinggi adalah 40,09 persen. Dia mengatakan, Pemerintah terus berupaya meningkatkan APK pendidikan tinggi di Indonesia.

“Mari kita mendukung upaya pemerintah ini karena pendidikan berperan penting dalam menciptakan SDM berkualitas dan berdaya saing,” kata Rektor. (Ralian)

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *