JAKARTA : Kasudin Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) Imam Bahri, mengatakan pihaknya akan mengakomodir aspirasi masyarakat melalui Musrembang tahun ini.

“Saya akan turunkan tim untuk melakukan peninjauan dari Kelurahan dan Kecamatan untuk bersama sama melakukan survey kemudian kita coba melakukan mapping untuk kegiatan yang bisa di akomodir, karena semakin kedepan kegiatan sudah semakin berkurang,” kata Imam Bahri, Kasudin PRKP Jaksel pada wartawan di kantornya, Jumat (22/2/2024).

Hal ini kata Imam pihaknya telah membicarakan pada Walikota Jakarta Selatan, namun kemungkinan pada Pergub 90 tahun 2018 tersebut segera akan di revisi sehingga belum dapat di ketahui bentuknya seperti apa.

“Termaksud kewenangan yang selama ini menjadi Ambigu, artinya. Untuk saluran kecil berukuran 30 Cm apakah masuk Sudin Perumahan atau Sudin SDA. hal ini nanti akan diputuskan oleh pimpinan,” ujarnya.

Namun demikian kata Imam Pada prinsipnya kepentingan masyarakat akan kita prioritaskan, termaksud
kegiatan lainnya tetap akan dilakukan bersamaan dan bila memang ada pengaduan dan langsung ditindak lanjuti.
Sehingga kedepannya mudah mudahan bisa terakomodir dan didukung dengan dana dari Pemerintah

Menurut Kasudin PRKP semua usulan Musrembang yang masuk telah di komunikasikan sehingga hanya beberapa beberapa saja yang menjadi skala prioritas melihat kebutuhannya sangat mendesak.

Imam menandaskan yang menjadi skala prioritas itu bentuknya berbeda beda,mulai dari Jembatan, saluran dan jalan tergantung karakter wilayahnya. Seperti jalan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Binamarga menyangkut lebar dan panjang jalan, karena Sudin Perumahan Itu hanya bisa mengerjakan jalan selebar kurang lebih 2 meter atau cukup bisa di lalui pengendara sepeda motor, tidak untuk kendaraan roda 4 atau bentangannya dan seterusnya.

“Intinya,kita tetap koordinasi dengan pihak SDA dan Binamarga di bawah koordinasi Asisten pembangunan,” ujarnya.

Terkait usulan perbaikan jambatan dari RW03 dan RW 06 Kelurahan Kebagusan, Imam mengatakan pihaknya segera akan bicarakan dengan SKPD UKPD setempat termaksud Asisten Pembangunan, untuk memastikan struktur dan kaki seperti apa, karena menurut Imam di kaki pondasi itu ada beberapa titik berada diareal privat artinya bersinggungan dengan rumah warga, namun arahan Walikota akan dibuat di tempat yang baru dan tim survey dengan tim terpadu dari Kecamatan.

Terkait Penanganan pemukiman kumuh di Jakarta Selatan menurut
Imam pihaknya telah menanganinya sekitar 60 persen dan kemungkinan akan terus berkembang sesuai dengan Pergub baru yang akan disempurnakan.

Dia berharap untuk memajukan lingkungan agar terlihat indah, rapih dan asri maka setiap tahun RW mengadakan lomba lingkungan sehingga masyarakat menjadi terbiasa dengan keindahan lingkungannya.

Ia juga menghimbau pada masyarakat supaya aset yang sudah dibangun baik itu Jembatan, Vertikal Garden dan Gapura mohon supaya di pelihara sebaik mungkin. (John A)

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *