ACEH TENGAH – Pemulihan pasca-bencana bukan sekadar soal membangun kembali infrastruktur yang runtuh, melainkan juga menyembuhkan jiwa yang terluka.

Menyadari hal tersebut, Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI bersama Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) bergerak cepat melakukan aksi kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tengah.

Melalui program Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS), tim gabungan memberikan pendampingan intensif bagi 457 warga yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Kegiatan yang berlangsung pada 23 hingga 26 Desember 2025 ini bertujuan menghalau bayang-bayang trauma dan stres pasca-bencana.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah dilaporkan meninggalkan dampak psikis yang mendalam, mulai dari kecemasan akut hingga depresi.

Di bawah arahan pakar kesehatan jiwa FIK UI, Prof. Dr. Budi Anna Keliat, M.App.Sc, tim menerapkan berbagai teknik relaksasi mutakhir.

Warga dewasa dibekali dengan kemampuan manajemen stres melalui teknik “Thought Stopping”, hipnotis lima jari, dan relaksasi napas dalam.

Sementara itu, kelompok anak-anak dan remaja diajarkan teknik “Butterfly Hug” serta “Grounding” —sebuah metode untuk membantu mereka kembali merasa aman dan fokus pada masa kini.

Aksi nyata ini menyisir enam titik pengungsian utama yang menjadi pusat berkumpulnya para penyintas, yaitu Blangmersa, Kebayakan Ketol, Kenawat, Tebuk dan Kayu Kul.

“Terima kasih atas bantuan pendampingan psikososial yang dilaksanakan di desa kami. Senang melihat anak-anak bisa tertawa ceria lagi dan warga menunjukkan semangat baru,” ungkap Reje Ramlan, Ketua Adat Desa Kayu Kul.

Kehadiran tim gabungan yang juga melibatkan RSJ Prof. Dr. M. Ildrem dan Dinas Kesehatan setempat ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si.

Menurutnya, ketahanan mental adalah modal utama agar komunitas bisa bangkit kembali.

Hasil evaluasi di lapangan menunjukkan tren positif. Terjadi penurunan tingkat kecemasan dan depresi yang signifikan pada sebagian besar peserta setelah mengikuti sesi pendampingan.

Aksi nyata ini merupakan bentuk kepedulian yang melibatkan tim ahli di lapangan yang bertugas terdiri dari Agus Jamaludin, SKM., M.Kes (Ketua Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI) dan anggota Budiman, SKM., M.Kes.; Melissa N. Samosir, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.J (Utusan UPTDK RSJ Prof. Dr. M. Ildrem); Ns. Farida Eriyani, S.Kep., MKM (RSUD Datu Beru); serta Serirasona, S.Psi (Pemegang Program Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Aceh Tengah).

Upaya kolaboratif ini menjadi bukti bahwa sinergi antara akademisi dan pemerintah sangat krusial dalam mitigasi bencana.

Dengan pulihnya kesehatan mental, diharapkan masyarakat Aceh Tengah memiliki kekuatan baru untuk menatap masa depan dan membangun kembali kehidupan mereka. (NP)

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Indonesianews.tv merupakan portal berita dalam format full video, dengan rubrik antara lain NEWS, TALKSHOW, LIVE STREAMING, dan MAGAZINE yang dikerjakan profesional jurnalis, perwarta TV, dan webmaster.