JAKARTA: Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Joko Agus Setyono secara simbolis meresmikan PAM Jaya Corporate Learning Center di Buaran Project Office (BPO) di IPA Buaran Jl Kalimalang, Jakarta Timur, Jumat (22/12). Fasilitas ini merupakan tempat pendidikan dan pelatihan bagi SDM baik yang baru masuk kerja atau yang sudah berpengalaman.

“Bertepatan dengan HUT Ke-101 PAM dan Hari Ibu, dengan mengucap bismillahi rahmanir rahim, saya resmikan PAM Jaya Corporate Learning Center,” kata Sekda Joko didampingi Dirut Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin sambil memencet tombol sebagai tanda peresmian. “Tempat ini merupakan wadah penggemblengan atau kawah candradimuka bagi pegawai PAM Jaya agar menjadi SDM unggul dan profesional dalam memberikan layanan air bersih kepada masyarakat,” sambungnya.

Sekda Joko menambahkan maju tidaknya sebuah lembaga, termasuk BUMD, tergantung pada fungsi tempat pelatihan seperti ini. “Khususnya di Pemprov DKI sudah memiliki fasilitas pelatihan untuk menggembleng para ASN. Sedangkan untuk BUMD baru PAM Jaya dan Bank DKI yang sudah memilikinya, semoga segera disusul BUMD lainnya, terutama badan usaha yang sehat,” harap Sekda Joko sambil menambahkan lembaga yang sehat adalah lembaga yang mampu mengembangkan organisasi, menciptakan SDM unggul, punya sarana dan prasarana yang bagus, serta menggunakan anggaran sebaik mungkin.

Dirut Arief Nasrudin menegaskan bahwa pengadaan PAM Jaya Corporate Learning Center merupakan bagian dari mewujudkan target cakupan layanan 100 persen pada tahun 2030. “Saat ini jangkauan pelayanan air bersih bertambah tiga persen menjadi 67 persen. Untuk menguber sisa 33 persen yang harus dicapai dalam waktu enam tahun ke depan, kami berupaya meningkatkan kemampuan SDM melalui pendidikan dan pelatihan. Pada tahap awal tempat pelatihan ini langsung digunakan untuk kelompok calon Management Trainee tahap 1 yang baru saja lolos seleksi yang berjumlah 50 orang,” papar Arief.

Arief menjelaskan ke depan, tantangan yang dihadapi PAM Jaya makin kompleks, apalagi awal tahun depan harus mulai pembangunan jaringan pipa baru untuk sekitar satu pelanggan, serta kendala pipa lama yang bocor, maupun kasus kehilangan air (NRW) berkisar 46 persen, membutuhkan SDM yang mumpuni. “Untuk membekali karyawan yang sesuai tantangan, maka kami butuh tempat pelatihan atau tempat penggemblengan knowledge seperti ini,” jelas Arief.

Ia berharap dengan adanya tempat pelatihan yang otomatis meningkatkan pelayanan masyarakat, PAM Jaya bisa menjadi role model bagi PDAM di Indonesia. “Sebagai SDM unggulan, kita dituntut untuk selalu bergerak, turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat guna memecahkan solusi seputar pelayanan air bersih,” tandas Arief yang merasa optimis dapat mewujudkan target kedaulatan air Jakarta pada tahun 2030. (Joko)

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *