PYONGYANG: Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan sang adik perempuan Kim Yo Jong, serentak menyatakan ancaman terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan menggunakan nuklir.

Radio Free Asia melaporkan bahwa pernyataan bersama itu soal ancaman nuklir jarang sekali terjadi. Lazimnya, hanya Kim Jong Un atau Kim Yo Jong saja yang menyampaikan pernyataan tersebut mewakili Korut.

Ancaman itu dikeluarkan kakak dan adik penguasa Korut menanggapi peringatan AS dan Korsel terhadap Pyongyang. Washington dan Seoul sebelumnya mengancam akan menumbangkan rezim Korut saat ini, jika nekat menyerang AS dan sekutunya dengan bom nuklir.

Kim Jong Un menyatakan bakal meluncurkan nuklir, jika AS dan Korsel memprovokasi Korut dengan senjata nuklir, pada Kamis (21/12/2023).

“(Korut) tak akan segan-segan (meluncurkan) bahkan serangan nuklir, jika musuh-musuh memprovokasi dengan nuklir mereka,” demikian pernyataan Kim melalui kantor berita Korut (KCNA), seperti dikutip dari AFP.

Pernyataan Kim dikemukakan setelah AS dan Korut menyepakati kerja sama pencegahan serangan nuklir pekan lalu.

Agenda pertemuan tersebut turut membicarakan “rencana strategis dan nuklir”. Kedua negara sepakat jika Korut menyerang menggunakan nuklir Korsel atau AS akan menumbangkan rezim Kim Jong Un dengan cara apapun.

Kemudian Korut meluncurkan uji coba rudal antarbenua (Intercontinental Ballistic Missle/ICBM) Hwasong-18, merespons latihan militer bersama AS-Korsel, pada Senin (18/12/2023).

Kim kemudian mengancam bakal menyerang AS dan Korsel dengan nuklir, jika AS dan Korsel berani memprovokasi Korut dengan nuklir, pada Kamis (21/12/2023).

Pada hari yang sama Kim Yo Jong juga menyatakan ancaman Korut akan menggunakan bom nuklir, jika AS dan Korsel memprovokasi dengan nuklir.

Kim Yo Jong mengkritik tajam AS dan Korsel di PBB atas aksi terkoordinasi kedua negara tersebut.

“Negara itu semata fokus mengecam aksi mempertahankan diri kami, tapi mengesampingkan provokasi verbal dan aktif oleh AS dan Korsel yang secara langsung memprovokasi respons kami,” tutur Kim Yo Jong dilansir dari kantor berita Korut (KCNA).

“Kekuatan musuh harus mempertimbangkan, bagaimana Republik Demokratik Rakyat Korea (Korut) akan memandang, mengkategorikan, dan bereaksi terhadap rencana militer AS dan Republik Korea (Korsel) yang akan datang terhadap kami,” tambahnya. (Amin)

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *